Sabtu, 04 Agustus 2012


Ramadan (bahasa Arab:رمضان; transliterasi: Ramadhan) adalah bulan kesembilan dalampenanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Alquran pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."
Ramadan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.
Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.
Dari akar kata tersebut kata Ramadan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.

May 10, '08 3:17 PM
untuk semuanya
Masjid Agung Palembang merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Palembang. Masjid ini didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I atau Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo mulai tahun 1738 sampai 1748. Konon masjid ini merupakan bangunan masjid terbesar di Nusantara pada saat itu.

Masjid Agung Palembang pada mulanya disebut Masjid Sultan dan dibangun pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. Peresmian pemakaian masjid ini dilakukan pada tanggal 28 Jumadil Awal 1151 H (26 Mei 1748). Ukuran bangunan mesjid waktu pertama dibangun semula seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung 1200 jemaah. Perluasan pertama dilakukan dengan wakaf Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab yang dilaksanakan pada tahun 1897 dibawah pimpinan Pangeran Nataagama Karta mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin.

Pada awal pembangunannya (1738-1748), sebagaimana masjid-masjid tua di Indonesia, Mesjid Sultan ini pada awalnya tidak mempunyai menara. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (1758-1774) barulah dibangun menara yang letaknya agak terpisah di sebelah barat. Bentuk menaranya seperti pada menara bangunan kelenteng dengan bentuk atapnya berujung melengkung. Pada bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi bagian badan. 
Bentuk masjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Agung, jauh berbeda tidak seperti yang kita lihat sekarang. Bentuk yang sekarang ini telah mengalami berkali-kali perombakan dan perluasan. Pada mulanya perbaikan dilakukan oleh pemerintah Belanda setelah terjadi perang besar tahun 1819 dan 1821. Setelah dilakukan perbaikan kemudian dilakukan penambahan/perluasan pada tahun 1893, 1916, 1950-an, 1970-an, dan terakhir pada tahun 1990-an. Pada pekerjaan renovasi dan pembangunan tahun 1970-an oleh Pertamina, dilakukan juga pembangunan menara sehingga mencapai bentuknya yang sekarang. Menara asli dengan atapnya yang bergaya Cina tidak dirobohkan. 
Perluasan kedua kali pada tahun 1930. tahun 1952 dilakukan lagi perluasan oleh Yayasan Masjid Agung yang pada tahun 1966-1969 membangun tambahan lantai kedua sehingga luas mesjid sampai sekarang 5520 meter persegi dengan daya tampung 7.750.
Masjid Agung merupakan masjid tua dan sangat penting dalam sejarah Palembang. Masjid yang berusia sekitar 259 tahun itu terletak di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, tepat di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat Kota Palembang. Tak jauh dari situ, ada Jembatan Ampera. Masjid dan jembatan itu telah menjadi land mark kota hingga sekarang.
Dalam sejarahnya, masjid yang berada di pusat kerajaan itu menjadi pusat kajian Islam yang melahirkan sejumlah ulama penting pada zamannya. Syekh Abdus Samad al-Palembani, Kemas Fachruddin, dan Syihabuddin bin Abdullah adalah beberapa ulama yang berkecimpung di masjid itu dan memiliki peran penting dalam praksis dan wacana Islam.

Rabu, 16 November 2011

kisahku saat gempa di kota padang part 2......

LANJUTAN DARI PART 1.......
                     Kami menunggu mobil kami agar berjalan,tetapi kenyataannya tidak ada....mobil pun tidak berjalan,hanya diam di tempat dan semua mesin mobil tidak ada yang terdengar dihidupkan karena macet.Aq melihat ada orang yang masih berjualan sate.Ayahku menyuruh mama untuk membeli sate itu.Mobil pun berjalan perlahan-lahan.dan sate pun selesai.Saat itu juga,mama menyadari,kami belum ada air minum.Mama keluar dan menanyakan kepada para korban bencana yang selamat.Salah satu warung masih terbuka,dan menjual air minum.Menunggu dan menunggu,akhirnya sampai lah kami terbebas dari kemacetan dan naik ke tempat yang tinggi.Di tempat yang tinggi,kami berhenti di rumah orang.Karena seluruh pusat telekomunikasi gedung nya terbakar kecuali kartu 3,akhirnya aq mengisi ulang pulsa dan menelpon kakak ku yang ada di palembang.
                    

kisahku saat gempa di kota padang part 1.......

Kisah ini berasal dari pengalamanku.Saat itu aq masih duduk di bangku kelas 1 SMP ADABIAH PADANG.
Pengalaman ini terjadi sangat cepat,walaupun begitu,aq sulit untuk melupakan kenangan indah ini.
                                  INILAH CERITAKU PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2009
                        Saat itu,aq menunggu ayah ku menjemput aq disekolah.Setelah aq dijemput ayah ku disekolah,mamaku menelpon dan menyuruh kami untuk membeli bakso goreng.Akhirnya,kami pun mampir untuk membeli bakso goreng.Sesampainya di sebuah rumah makan,aq memesan 2 bakso goreng dan 1 mie ayam.Setelah itu,ayahku pun mengajak untuk mampir sebentar untuk mengisi air minum setelah selesai mennunggu pesanan kami.
Aq dan ayahku pergi ke tempat pengisian air minum.Ayahku mengajak ku untuk turun dari mobil.Tetapi aq menolak karena aq tidak menggunakan sepatu.Akhirnya hanya ayahku saja yang turun membawa 2 galon air minum.Aq melihat ayah ku memberikan galon tersebut.Tak lama kemudian,aq mendengar bunyi gemuruh.aq merasakan gempa yang sangat hebat didalam mobil.Aq melihat ayahku berlari-lari untuk menolongku karena aq berada di dalam mobil.Aq melihat,gedung yang berada tepat di samping ku,runtuh seperti orang yang sedang jatuh pingsan.Aq akhirnya bisa keluar dari dalam mobil walaupun aq diguncang oleh gempa yang hebat.Saat keluar dari mobil,aq memeluk ayahku erat-erat.Ayah dan aq melihat banyak orang yang jatuh saat sedang naik motor,galon-galon air minum yang kosong pun berjatuhan dari tempatnya,banyak orang yang tertimpa dari gedung,dan banyak mobil yang sedang melaju tertimpa pohon yang tumbang saat gempa.
                  

Selasa, 15 November 2011

City Hunter adalah salah satu Drama Korea dan kalau di negeri asalnya disebutkan sebagai City Hunter Korean Drama. City Hunter sendiri masih tergolong sangat baru dirilis, yaitu pada 25 Mei 2011 yang lalu di Korea Selatan. City Hunter sendiri diproduksi oleh jaringan SBS dengan jumlah 20 episode.

city hunterGambar Cover City Hunter
Penulis City Hunter Korean Drama terdiri dari 3 orang, yaitu Tsukasa Hojo, Hwang Kyung Eun, dan Choi Soo-jin. Adapun bintang top Korea Selatan yang menjadi pemeran utama City Hunter antara lain adalah Lee Min-Ho, Park Min-Young, Lee Jun-Kyuk, Hwang Sun-Hee, Goo Ha-Ra.